Day 1 Resume PKKMB Unusa 2025

Materi I
Prof. Yudi Latif, MA., Ph.D
Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan - Indonesia / PSIK-Indonesia
Tema: Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara
Kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia saat ini mengalami pergeseran atau perubahan di semua sendi kehidupan yang sangat mengkhawatirkan. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan suatu konsepsi, kemauan, dan kemampuan yang kuat untuk menopang kebesaran, keluasan, dan kemajemukan keindonesiaan.
Jati Diri Bangsa Indonesia
Jati diri bangsa Indonesia tercermin dalam beberapa aspek penting, yaitu:
- Pancasila: Sebagai dasar negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan kesederhanaan.
- Undang-Undang Dasar 1945: Sebagai landasan hukum yang mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara.
- Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI): Sebagai bentuk negara yang menjunjung tinggi kesatuan dan persatuan bangsa.
- Bhinneka Tunggal Ika: Sebagai semboyan yang menekankan pentingnya kesatuan dalam keberagaman.
Pembinaan Kesadaran Bela Negara
Pembinaan kesadaran bela negara merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan warga negara dalam membela negara. Hal ini dapat dilakukan melalui beberapa cara, yaitu:
- Pendidikan Kewarganegaraan: Sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga negara tentang hak dan kewajiban mereka dalam membela negara.
- Latihan Bela Negara: Sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan warga negara dalam membela negara.
- Kampanye Bela Negara: Sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga negara dalam membela negara.
Tujuan Bela Negara
Tujuan bela negara adalah untuk:
- Melindungi Negara: Dari ancaman dan gangguan yang dapat membahayakan kedaulatan dan keutuhan negara.
- Mempertahankan Persatuan dan Kesatuan Bangsa: Dengan meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga negara dalam membela negara.
- Meningkatkan Ketahanan Nasional: Dengan meningkatkan kemampuan warga negara dalam membela negara dan menghadapi ancaman.
Materi II
Erisandy Yudhistira
Priority Banking Manager Bank Mandiri
Tema: Penguatan Literasi Keuangan dan Kesejahteraan Mahasiswa
Penguatan Literasi Keuangan untuk Meningkatkan Kesejahteraan Mahasiswa: Strategi & Manfaat
(Lanjutan isi materi sudah benar dan tidak perlu diperbaiki karena tidak ada typo besar.)
Materi III
Prof. Kacung Marijan, Drs., MA., Ph.D
Wakil Rektor I UNUSA
Tema: Sistem Pendidikan Tinggi Di UNUSA
Langsung ke materi yang ketiga yang akan disampaikan oleh Bapak Profesor Kacung Marijan selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya.
Ada lebih dari dua ribu universitas. Ada sembilan ratus tiga puluh tiga universitas. Termasuk dari sembilan ratus tiga puluh tiga mungkin bertambah sekarang. Kemudian akademi ada lima ratus sembilan puluh, lalu institut ada empat ratus tiga puluh lima, ada politeknik.
Kita termasuk bagian dari sembilan ratus tiga puluh tiga universitas. Yang ada ini baru ada seratus empat puluh sembilan unggul atau ditambah dua belas, jadi kira-kira seratus enam puluh satu. Tidak banyak. UNUSA termasuk universitas yang terakreditasi unggul dua tahun lalu. Waktu itu UNUSA masuk yang ke delapan puluh.
Jadi menurut saya itu masuk ke delapan puluh dari perguruan tinggi negeri dan swasta, baik akademi, institut, maupun teknik yang unggul waktu itu. Banyak perguruan tinggi negeri pun belum unggul. Karena itu, itu kebanggaan sehingga adik-adik sekalian termasuk beruntung kenapa? Karena adik-adik masuk ke perguruan tinggi yang sudah terakreditasi unggul sejak dua tahun yang lalu.
Jadi ini datanya tidak banyak yang baik. Bahkan ada yang tidak terakreditasi. Jadi sekitar tiga ribu perguruan tinggi itu kategori baik atau B. Itu banyak sekali.
Sekarang bagaimana di UNUSA? UNUSA memiliki visi yang sangat baik, yaitu menjadi lembaga pendidikan terkemuka dan unggul, bukan hanya terkemuka dan unggul di Indonesia tapi juga di negara-negara ASEAN. Jadi cita-citanya tinggi, bukan hanya terbaik di Indonesia tapi juga terbaik di ASEAN.
Materi IV
Dr. Pulung Siswantoro, SKM., M.Kes.
Dosen Universitas Airlangga
Tema:Strategi Menumbuhkan Critical Thinking Ability untuk Menemukan Solusi Terbaik
Muncullah Zoom yang bisa diikuti oleh semua orang. Hari ini kita bisa melihat sendiri ada lima ratus lima orang yang berkumpul bersama, tapi tidak dalam satu ruangan yang sama. Itu orang-orang yang kreatif yang bisa menemukannya. Coba bayangkan kalau tidak ada orang kreatif, hari ini pun saya tidak akan pernah ada PKKMB begitu.
Kita akan mengusung tema “Strategi Menumbuhkan Critical Thinking Ability untuk Menemukan Solusi Terbaik”. Pada sesi ini akan dimoderatori oleh Ibu Tri Anisa Setya Rahayu, S.M. Baik, tanpa berlama-lama lagi mari kita panggil Ibu Tri Anisa Setya Rahayu.
Muncullah Zoom yang bisa diikuti oleh semua orang. Hari ini kita bisa melihat sendiri ada lima ratus lima orang yang berkumpul bersama, tapi tidak dalam satu ruangan yang sama. Itu orang-orang yang kreatif yang bisa menemukannya. Coba bayangkan kalau tidak ada orang kreatif, hari ini pun saya tidak akan pernah ada PKKMB begitu.
Mungkin beberapa mengatakan, ini kan tahun dua ribu dua puluh, tapi yang terjadi hari ini adalah bukti nyata bahwa sebuah perkembangan itu ada, sebuah perubahan itu ada. Bahkan kalau saya katakan, mahasiswa saya sekarang lebih pintar-pintar. Kalau yang namanya kuliah Zoom seperti ini, mereka tidak butuh support apa pun, mereka cuma perlu menghafalkan tiga kalimat.
Perkuliahannya selesai. Pertanyaannya, kalau kemudian hal ini memudahkan Anda dan Anda tidak belajar, yang terjadi adalah Anda tidak akan mendapatkan apa pun.
Sekarang lagi ada perubahan ChatGPT. Saya tidak pernah mengharapkan ChatGPT, saya malah selalu menyarankan kepada mahasiswa saya kalau bisa beli yang premium. Kenapa? Karena di situ kita akan dibantu untuk mengumpulkan referensi-referensi baru yang tidak pernah kita pikirkan. Apakah ChatGPT membuat kita bodoh?
Kalau Anda memang menggunakan itu untuk membodohkan Anda, iya. Tetapi kalau Anda bisa menggunakan ChatGPT, kemudian tahu bagaimana prompt-nya yang baik, Anda bisa bertanya, malah ide-ide ketemu dari situ. Tetapi yang perlu ada adalah kemampuan untuk mengartikan itu dalam kehidupan nyata.
Nah, ini yang menjadi tantangan. Ketika orang-orang tidak inovatif, tidak kreatif, mereka kemudian menjadi orang-orang yang tidak bisa mengikuti perkembangan, tidak mengetahui perubahan itu, dan tidak mau menerima perubahan itu.
Materi V
Hari Prianto, S.E
BNN Provinsi Jawa Timur
Tema: Mahasiswa Bebas Narkoba menuju Generasi Sukses yang Rahmatan lil ‘Alamin
Selanjutnya ada materi kelima yang akan disampaikan oleh Bapak Teguh Sugiharto, S.T., selaku Analis Penyuluhan dan Layanan Informasi BNNP mengusung tema “Mahasiswa Bebas”.
Kalau kita lihat di tujuannya, itu memang untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Tetapi banyak yang menyalahgunakan. Orang yang sehat, yang tidak sakit, tetapi dia menyalahgunakan. Ada juga peredaran gelap, nah, itu yang kita perangi.
Permasalahan narkotika secara global, jadi permasalahan narkoba itu tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi memang hampir seluruh dunia ini juga mengalami masalah, terutama dengan penyalahgunaan dan peredaran gelapnya.
Terdapat tiga kawasan sentra produsen narkotika internasional, yaitu:
- Golden Triangle di Thailand, Myanmar, dan Laos (ditambah dengan China),
- Golden Crescent di Afganistan, Iran, dan Pakistan,
- Andean Region di Kolombia, Peru, dan Bolivia.
Prevalensi penyalahguna global itu sebesar 5,8% atau mungkin kalau dihitung berdasarkan jumlah penduduk dunia sekitar 296 juta orang di seluruh dunia, itu berdasarkan laporan tahun 2021.
Sedangkan di Indonesia, kenapa Indonesia bisa marak dan menjadi sasaran penyelundupan narkoba? Salah satu alasannya yaitu kondisi demografis Indonesia. Jumlah penduduk Indonesia itu sangat besar sekali, 278,7 juta jiwa. Jadi ini merupakan pasar yang sangat potensial.
Kemudian kondisi geografis Indonesia juga, jumlah pulaunya itu sangat banyak, yaitu ada 17.500 pulau, dan panjang garis pantai juga 108.000 km. Itu menjadi jalur masuk yang sangat luas sekali.
Banyaknya pelabuhan yang tidak resmi, nah, itu menjadi wilayah yang rawan dimasuki. Terus kemudian kondisi pasar juga, sindikat narkotika internasional itu kenapa menyasar Indonesia? Karena sebagai pasar narkoba, yang paling banyak itu sabu dan ekstasi yang masuk ke Indonesia, terutama dari Myanmar atau China, karena harga jual di Indonesia lebih tinggi daripada harga di sana.
Website:https://unusa.ac.id
Website FEB: https://febtd.unusa.ac.id
Link teman : https://allyafaizzaty.blogspot.com/2025/09/resume-materi-pkkmb-universitas-day-one.html?m=1
Facebook: https://www.facebook.com/unusaofficialfb
Instagram: https://www.instagram.com/unusa_official
Youtube : https://www.youtobe.com/@unusa_official
Tiktok:https://www.tiktok.com/@unusa_official
Twitter:https://x.com/unusa_official?lang=en